Orang Mu'min Paling Cerdas Menurut Rosulullah SAW

ORANG MUKMIN PALING CERDAS MENURUT RASULULLAH SAW
Oleh: Aep Saepulloh Darusmanwiati
Dalam sebuah Hadits Hasan, Rasulullah saw bersabda:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، أَنَّهُ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا» ، قَالَ: فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ؟ قَالَ: «أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ» [رواه ابن ماجه بإسناد حسن]
Artinya: “Dari Ibnu Umar berkata: “Ketika aku bersama Rasulullah saw, tiba-tiba datang seorang laki-laki Anshar. Setelah mengucapkan salam kepada Nabi, ia bertanya: “Ya Rasulallah, siapakah orang mukmin yang paling utama?” Rasulullah saw menjawab: “Yang paling baik akhlaknya”. Laki-laki itu bertanya kembali: “Lalu siapakah orang mukmin yang paling cerdas?” Rasulullah saw bersabda: “Yaitu orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling banyak mempersiapkan bekal untuk hari kemudian. Itulah orang-orang cerdas” (HR. Ibnu Majah dengan sanad hasan).
Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ - رضى الله عنهما - قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - بِمَنْكِبِى فَقَالَ « كُنْ فِى الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ ، أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ » . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ [رواه البخاري]
Artinya: “Dari Abdullah bin Umar berkata: “Rasulullah saw memegang bahuku sambil berkata: “Hiduplah di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang bepergian”. Ibnu Umar kemudian berkata: “Apabila anda berada pada sore hari, janganlah menunggu datangnya pagi. Apabila berada pada pagi hari, janganlah menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu untuk sakitmu, dan pergunakanlah masa hidupmu untuk matimu” (HR. Bukhari).
Ibnu Battâl dalam Syarah nya terhadap Shahih Bukhari mengatakan: “Maksud dari perkataan: ‘apabila anda berada pada sore hari janganlah menunggu datangnya pagi, dan apabila berada pada pagi hari...’ merupakan perintah untuk menjadikan kematian selalu berada di depan mata, sehingga dapat mempersiapkan amal shaleh sebanyak mungkin. Juga berupa perintah untuk mengurangi angan-angan, dan meninggalkan hati yang selalu condong kepada kesenangan duniawi.
Adapun maksud dari perkataan: ‘pergunakanlah masa hidupmu untuk matimu’ adalah peringatan untuk mempergunakan masa hidup ini dengan sebaik mungkin. Jangan sampai ada sedikitpun dari umur yang disia-siakan untuk hal-hal yang membuat lupa dan lalai (kepada Allah). Karena sesungguhnya ketika seseorang meninggal, maka telah terputus seluruh amalnya, telah hilang seluruh angan-angannya, dan yang tersisa hanyalah penyesalan dan penyesalan”.
Kairo, 5 September 2014
Aep Saepulloh Darusmanwiati
LihatTutupKomentar