RAMADHAN BERARTI HUJAN

RAMADHAN BERARTI HUJAN
Oleh: Aep Saepulloh Darusmanwiati
Apabila kita membuka lembaran kamus-kamus bahasa Arab, hampir semuanya mengatakan, bahwa kata Ramadhan berarti sangat panas (syadîdul harr). Ia diambil dari kata ar-ramadh (الرمض) atau ar-ramdhâ` (الرمضاء). Hal ini misalnya, sebagaimana disampaikan oleh Ibnu Manzhur dalam Lisânul ‘Arab nya. Dinamakan demikian, karena pada waktu penetapannya dahulu, keadaan sedang sangat panas.
Namun, saya mendapakan pengertian lain yang juga disampaikan oleh para ulama bahasa. Bahkan, hemat saya, pengertian ini rasanya lebih pas dan lebih menenangkan hati, bahwa kata Ramadhan secara bahasa juga berarti hujan (al-mathar).
Dalam kitab Lisânul ‘Arab, Ibnu Manzhur misalnya mengatakan:
والرمض: المطر يأتي قبل الخريف فيجد الأرض حارة محترقة
Artinya: “Kata ar-ramadh berarti hujan yang turun menjelang musim gugur, di mana pada saat itu tanah dalam keadaan sangat panas membakar”.
Ini artinya bahwa sebelum al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan, keadaan jagat raya, khususnya bumi, sangat panas dan gersang. Kemudian Allah menurunkan al-Qur’an pada bulan Ramadhan ini, layaknya air hujan yang menyirami tanah gersang sehingga tanah itupun menjadi subur dan menumbuhkan tanam-tanaman juga pepohonan yang rindang, segar dan nyaman. Bumi yang tadinya panas gersang, berubah total menjadi subur, hijau dan menyegarkan.
Itulah al-Qur’an, ia adalah ‘hujan’ nya kehidupan (matharul hayâh). Ia adalah hujannya hati yang galau (matharul qulûb). Ia adalah penyejuk jiwa yang gersang.
Karena itu, mereka yang hatinya keras dan gersang, suburkan dengan al-Qur’an. Mereka yang hatinya galau, siram dengan al-Qur’an. Mereka yang hatinya kosong, tanami dengan al-Qur’an. Bahkan, mereka yang hidupnya tidak menentu arah dan tujuan, arahkan dan mantapkan dengan al-Qur’an.
Karena itu juga, dengan adanya bulan Ramadhan yang merupakan bulan al-Qur’an (syahrul qur`ân), Allah hendak ‘menyiram’ hati dan kehidupan hamba-hambaNya, sehingga menjadi subur, segar, dan menumbuhan amal-amal shaleh yang luar biasa, yang semua ini terwujud dalam bentuk ketakwaan (la’allakum tattaqûn).
Karenanya, mari kita baca, kaji, tadabburi, dan amalkan isi kandungan al-Qur’an, khususnya pada bulan mulia, Ramadhan tercinta yang insya Allah akan dimulai pada besok hari, dan umumnya pada bulan-bulan lainnya. Semoga.
Prancis, Rabu, 30 Sya’ban 1436 H / 17 Juni 2015
Aep Saepulloh Darusmanwiati
Email: aepmesir@yahoo.com
LihatTutupKomentar